Selasa, 17 Juni 2008

e-learning Indonesia

bukan hal baru lagi bagi kita kaum mahasiswa khususnya di dunia IT telah mengetahui e-learning.
akan tetapi mengapa masih banyak saja orang2 yang seharusnya mengerti dan bisa menyebarluaskan tentang e-learning ini malah membuat orang2 tersebut semakin sok bukan semakin pintar. jadi mereka malah memintarkan diri sendiri bukan orang lain, sehingga penggunaan dari e-learning ini kurang maksimal.

menurut kacamata saya, pemerintahpun seakan tidak mau tahu akan perkembangan e-learning ini, padahal kan dapat mencerdaskan anak bangsa.

bagaimana bangsa ini bisa maju jika anak2 yang seharusnya dicerdaskan malah ditinggalkan." jangankan untuk e-learning, untuk makan saja masih susah...!!! Apalagi pendidikan1"

justru karena sekarang pendidikan formal semakin mahal dan susahnya birokrasi pemerintahan pendidikan di indonesia ini semakin bisa membuat malas masyarakat untuk mendaftarkan anaknya menempuh dunia pendidikan, pendidikan nonformal bisa diandalkan.

internet saja masih banyak orang yang belum bisa menikmatinya. jangankan mau menikmatinya, untuk menggunakannya mereka masih bingung. buktinya bisa anda lihat sendiri di KAB MALANG. survey mengatakan bahwa dari 6 dari 10 pelajar SLTA kab malang tidak bisa memanfaatkan fasilitas internet terkecuali sekolah yang benar2 elit/dari SMK kejuruan yang berdasar pada it. alasannya antara lain: internet masih belum bisa masuk wilayah kecamatan/kelurahan tempat sekolah tersebut, biaya aktivasi dan abonemen yang cukup tinggi, tidak adanya tenaga pengajar yang memadai, fasilitas juga yang sangat mahal(seperti komputer yang mendukung, jaringan dan instalasi yang mahal, dsb).

apakah hal ini membuat semakin jauhnya ketertingggalan kita semabagai kaum intelek.
trus bagaimana e-learning di INDONESIA ini bisa maju.